Monday, December 16, 2019

Bandara Buntu Kunik Tanah Toraja, Sulawesi Selatan

KBRN, Makassar : Bandara internasional Toraja Buntu Kunik di Kabupaten Tana Toraja awal 2020 mulai beroperasi untuk melayani beberapa rute penerbangan Internasional dan Domestik.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah usai peninjauan proyek renovasi bandara buntu kunik mengatakan, Bandara Buntu Kunik ini untuk tahap pertama hanya memiliki landasan sepanjang 1.400 meter dan mampu di darati pesawat jenis ATR 72.

"Tahun ini landasan pacu hanya 1400 meter, insyaallah tender selesai kita tambahankan menjadi dua 2600 meter dua sisi landasan," Jelas, Nurdin. Rabu (22/8/19)

Nurdin berharap, jika proses tender selesai, Pmprov Sulsel merencanakan akan menambah pembangunan landasan di Bandara tersebut sehingga memiliki dua sisi landasan dengan total panjang kedua landasan 2.600 meter sehingga Pesawat Private jet dapat juga mendarat di Bandara Internasional tersebut.

Gubernur memprediksikan dengan beroperasinya Bandara Buntu Kunik Tana Toraja, para wisatawan dari mancanegara dan domestik akan kembali berkunjung di daerah Toraja dengan adanya kemudahan akses transportasi.

Sementara perwakilan kementerian perhubungan republik indonesia Anas mengatakan, Pembangunan terminal dan landasan pacu pesawat dengan panjang landasan 1.400 meter ini, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sebesar 80 milyar rupiah lebih.

"Kita maksimalkan pembangunan landasan dan terminal rampung tahun ini," Ungkap Anas.

Ditargetkan akhir Desember 2019, Bandara Internasional Buntu Kunik Tana Toraja sudah mulai di ujicobakan dan dioperasikan awal 2020.

Sumber: rri.co.id

Sunday, October 13, 2019

Patung Yesus Tertinggi di Dunia Berada di Tana Toraja, Indonesia


Jika kamu beranggapan bahwa Patung Yesus tertinggi di dunia terletak di Rio de Jeneiro, Brazil maka kamu salah besar. Patung Yesus tertinggi di dunia saat ini berlokasi di Tana Toraja, Indonesia. Dengan ketinggian patung mencapai 45 meter yang berdiri di puncak Gunung Buntu Burake pada 1.700 mdpl. Kondisi ini mengalahkan Patung Yesus di Rio de Jeneiro yang hanya memiliki ketinggian 38 meter di puncak Gunung Corcovado pada 710 mdpl.
Patung Yesus di Tana Toraja bernama Patung Yesus Memberkati, dibangun pada Mei 2015 atas inisiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan yang menghabiskan dana sebesar Rp. 22 milyar. Tujuan awal pembangunan patung ini adalah untuk meningkatkan daya tarik wisatawan sekaligus memberikan alternatif wisata religi di Tana Toraja. Hal ini terbukti berhasil karena setelah pembangunannya, pada tahun 2016 kunjungan wisatawan ke Tana Toraja meningkat sebanyak satu juta wisatawan.
Akses menuju Patung Yesus Memberkati cukup mudah karena dapat dijangkau dengan motor atau mobil dari pusat Kota Makale sejauh 4 Km. Biaya masuk lokasi ini hanya Rp. 10.000,- per orangnya. Karena berlokasi diatas gunung, untuk menuju Patung Yesus Memberkati harus melewati 500 anak tangga.
Keberadaan patung ini semakin mempopulerkan Tana Toraja yang sekarang tak sebatas sebagai destinasi wisata budaya saja, namun juga destinasi wisata religi. Patung ini kian populer setelah pada tahun 2018 lalu pemerintah setempat membangun sebuah jembatan kaca yang menghabiskan dana Rp. 4 miliar dalam pembangunannya.
Meski Patung Yesus Memberkati ini merupakan simbol bagi Agama Nasrani, namun yang berkunjung di tempat ini tidak hanya umat Nasrani saja. Keindahan bentang alam disekitar patung membuat banyak wisatawan lintas agama ramai berkunjung. Panorama Kota Makale tampak indah jika dilihat dari Gunung Buntu Burake. Suasana damai dan tenang selaras dengan keberadaan Patung Yesus Memberkati yang seolah seperti memberkati Kota Makale dari ketinggian
Sumber: phinemo.com

Friday, November 30, 2018

300 Pohon Sakura Sudah Tiba Di Toraja, Siap Untuk Ditanam Untuk Pertama Kalinya

Penanaman Pohon Sakura ini, merupakan rangkaian peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Sekaligus sebagai tanda persahabatan kedua negara. 
Penyerahan bibit secara simbolis dilakukan oleh Ketua Yayasan Sakura Persahabatan Jepang, Kazuchika Mori kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.



Dalam kesempatan itu, Nurdin Abdullah menuturkan, Pohon Sakura sudah dikembangkan di Kabupaten Bantaeng. Hanya, dibutuhkan adaptasi terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman. 
"Di Sulsel, Pohon Sakura ini bisa dikembangkan lewat kultur jaringan. Dan di usia 2,5 tahun sudah tumbuh bunga, dan 5 - 10 tahun berbunga secara optimal," ujarnya. 
Kepala Kantor Konsular Jepang, Katsutosi Miyakawa, mengatakan, proyek ini adalah proyek utama dari peringatan hubungan diplomatik Jepang-Indonesia. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia di Jepang hampir 500 ribu orang. 
Dia berharap, walaupun warga Indonesia tidak ke Jepang, namun bisa menikmati keindahan bunga sakura di Indonesia. 
"Ini yang merupakan bagian dari mimpi saya, yang muncul saat ditugaskan di Makassar. Dan pemerintah Sulsel siap menyambut dan mengembangkan proyek ini," tuturnya. 

Ketua Tim Proyek Penanaman Sakura, Dorothea Agnes Rampisela, melaporkan terkait persiapan penanaman 300 batang setek Bunga Sakura. Bunga yang akan ditanam jenis sakura dengan warna pink, mekar selama dua bulan, dan yang lain hanya mekar 1-2 minggu. 
Rencana penanaman diawali dengan mencari bibit dari Jepang. Pengurusan perizinan juga melibatkan banyak pihak. Hingga pada bibit ini diizinkan masuk ke Indonesia.
"Peninjauan lokasi pembibitan juga sudah dilakukan pada bulan Mei lalu," ujarnya.
Bunga sakura ini didatangkan khusus dari Ehime, Jepang . Mereka membawa 300 bibit bunga sakura untuk ditanam di Sulawesi Selatan. Selain ditanam di Rujab Gubernur Sulsel, sebagian bunga ini akan ditanam di daerah dingin dan di dataran tinggi, seperti di Tana Toraja dan Malino, Kabupaten Gowa. Serta di Universitas Hasanuddin untuk kepentingan penelitian.
Selama enam hingga setahun, bibit bunga sakura ini akan diawasi dan dirawat dengan baik agar bisa beradaptasi dengan lingkungan di Sulsel. Jika berhasil, maka akan ditanam di daerah lain di Sulsel. Bunga nasional Jepang ini mekar pada musim semi di Jepang atau sekitar bulan Maret hingga Juni. Di Sulsel, pada tahun 2012 sebanyak 300 benih pohon sakura di tanam Dusun Muntea, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Turut Hadir Kepala Kantor Konselar Jepang Katsutosi Miyakawa, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Nurfitriani, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Perwakilan Toyota Tatsumi Takemoto dan Perwakilan Prefekture Ehime Thosifumi Joko serta rombongan dari Prefekture Ehime.

Tag: Bunga Sakura, Jepang

Wednesday, August 22, 2018

34 TEMPAT WISATA DI LOMBOK YANG BIKIN SIAPAPUN AKAN TAKJUB DENGAN KEINDAHANNYA

1. Hamparan padang savanna di pinggir tebing: Lingkoq Datu, Pantai Penyisok

Anda pasti akan bertanya-tanya apakah tempat seindah ini benar-benar ada di Indonesia?

2-1-Lingkoq-Datu-by-zoeraa_
Photo via zoeraa

Perpaduan hamparan padang savana yang membentang hijau, birunya Samudera Hindia yang tak terbatas, serta tebing karang yang berlapis-lapis berwarna keemasan membuat Anda seolah-olah sedang berada di benua lain!

Surga tersembunyi ini bisa Anda temukan di Kecamatan Jerowaru yang terkenal akan sejuta pesona wisata nan memukau.

2-2-Lingkoq-Datu-by-Lombok-Travel-Buddy
Photo via Lombok Travel Buddy

Untuk menuju ke sini Anda harus melalui ladang jagung dan bebatuan terjal. Namun semua usaha tersebut langsung terbayar lunas begitu melihat kemegahan alam yang ada di baliknya.

2-3-Lingkoq-datu-via-yundybhakti,-helloreinz
Photo via yundybhakti, helloreinz

Karena sulit dicapai, tempat ini masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan, sehingga kondisinya masih tergolong perawan. Untuk menuju ke sini sebaiknya menggunakan sepeda motor dan jangan ragu untuk bertanya kepada warga setempat.

2. Kagumi pemandangan Gunung Rinjani yang megah : Taman Wisata Pusuk Sembalun

Ingin melihat pemandangan megah Gunung Rinjani di antara kabut dan awan tanpa harus mendaki?

Photo Via Adhy_nata

Datanglah ke Taman Wisata Pusuk Sembalun, di mana Anda dapat menikmati pemandangan pegunungan yang menakjubkan tanpa aktivitas fisik, pada ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut.

Photo Via _Sendalljepit_

Meski perjalanan ke atas cukup berangin, Anda akan disuguhi pemandangan hutan yang indah, perbukitan, sawah dan kebun stroberi di sepanjang jalan. Begitu sampai di sana, Anda bisa beristirahat dan menikmati pemandangan indah dari gazebo.

Jika Anda membawa makanan untuk piknik, pastikan untuk menjaganya dari tangan jahil monyet liar di sini!

3. Peninggalan jaman penjajahan Belanda yang masih kokoh berdiri: Jembatan Gantung Kuno berusia 84 tahun

Dibangun pada tahun 1932, jembatan gantung setinggi 100 m di Lombok Barat ini memiliki banyak cerita. Misalnya, besi padat yang digunakan untuk membangunnya berasal dari Australia, para ahli konstruksinya dibawa dari Jawa, dan jembatan ini pernah rusak dua kali akibat diterjang oleh arus!

Di masa kejayaannya, jembatan ini memainkan peran penting dalam menghubungkan daerah-daerah terpencil sebelum ada jalan. Sekarang, jembatan ini hanya dilalui oleh sepeda dan muda-mudi yang nongkrong di sore hari.

Photo Via Irsyadrobbani31

Di bawah jembatan mengalir sungai yang menghubungkan Dusun Kelebut dan Nyurlembang. Awas jangan sampai kehilangan keseimbangan saat melintasinya!

Photo Via Kristinakomala

4. Keindahan panorama Gunung Rinjani dan hamparan sawah dari atas bukit: Bukit Pergasingan

Bisa jadi ini adalah pemandangan paling spektakuler yang akan Anda temukan di Lombok.

Photo via eben_m.zain_

Petak-petak sawah dan kebun-kebun warga yang berwarna-warni dan dikelilingi deretan pegunungan tinggi, ditambah langit biru yang membentang amat sangat menyejukkan mata.

Photo via iand_azhar

Dari tempat yang kini telah menjadi taman wisata alam ini Anda bahkan dapat melihat kemegahan Gunung Rinjani.

Berdiri di ketinggian 1.670 meter di atas permukaan laut atau sekitar 673 meter dari dataran Sembalun, Bukit Pergasingan  bisa didaki selama 2 – 2,5 jam dan sering dijadikan tempat latihan sebelum mendaki Gunung Rinjani.

Photo via bebaspergi

Bahkan sekarang bukit ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai aktivitas menantang, seperti paralayang, sepeda gunung, dan lain sebagainya.

Photo via imed.cgz_

Kami sarankan Anda untuk sempatkan diri bermalam dan mendirikan tenda di sini supaya bisa menangkap panorama sunrise nan indah yang muncul dari balik Gunung Rinjani.

Bukit Pergasingan

Lokasi: Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur
Cara ke Sana: Dari Kota Mataram menuju Sembalun dibutuhkan waktu tempuh 4-5 jam. Dari Sembalun menuju kawasan wisata alam Bukit Pergasingan, Anda bisa menggunakan mobil atau motor. Lalu pendakian pun dimulai.

Menjelajahi Pantai Tersembunyi Paling Oke di Lombok

Jika Anda mengenal Lombok, pasti sudah tidak asing lagi dengan pantainya. Mungkin saja Anda pernah mendengar tentang Pantai Pink (yup, warnanya memang merah muda), Pantai Senggigi (resort ternama ada di sana), dan Pantai Kuta (tempat di mana sapi berkeliaran bebas). Namun itu hanyalah sedikit dari sekian banyak pantai yang ada di Lombok.

Faktanya, Lombok masih punya banyak sekali pantai tersembunyi yang hanya diketahui oleh masyarakat setempat. Pantai-pantai ini begitu indah, bersih dan sunyi, seakan-akan seperti pantai pribadi! Penasaran? Simak saja beberapa di antaranya:

5. Villa Hantu yang mendebarkan: Pantai Setangi

Sekilas, Pantai Setangi terlihat seperti surga impian, terutama jika Anda berdiri di sudut yang tepat. Garis pantai yang indah ditemani pohon kelapa serta pasir lembur dan laut lepas.

Pantai ini terlihat nyaris tak pernah tersentuh, Anda akan jarang bertemu dengan orang disepanjang pantai ini. Meski memiliki banyak nama (Setangi, Telu dan Tiga Pantai), semua sepakat bahwa pantai ini sungguh menakjubkan.

Photo Via Dtriad7,Eknovita

Jika Anda punya nyali yang tinggi, singgahlah ke Villa Hantu, di mana Anda akan mendapatkan pemandangan terindah di Setangi. Kedengarannya memang seram, tapi jangan sampai sebuah nama mengurungkan niat Anda menikmati keindahannya. Tempat ini sendiri sebetulnya merupakan konstruksi bangunan hotel yang terbengkalai.

Photo Via Kvnernst

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak pengunjung yang datang dan menambah sentuhan seni di dinding, seperti grafiti dan corat-coret yang anehnya membuat suasana sedikit lebih seram. Jika Anda bisa menaklukkan rasa takut, bukan tak mungkin foto-foto keren bisa Anda dapatkan di sini.

Photo Via Mimsuzair
Pantai Setangi

Tiket Masuk: Tidak ada biaya untuk masuk Villa Hantu, tapi Anda mungkin harus membayar parkir.Cara ke Sana: Villa Hantu terletak di Jalan Raya Senggigi, sebelum Pantai Nipah (jika Anda datang dari Mataram), di sisi kiri jalan.

6. Serasa berada di planet lain: Pantai Semeti

Pernah menonton film Superman? Ya, suasana di sekitar pantai ini mirip sekilas mirip sekali dengan Planet Krypton?

Photo via ClimaMgta
Photo via wan_thelone, idanurlaili91

Formasi bebatuan dan karang di sekelilingnya meruncing dan berlapis-lapis layaknya dinding kristal yang terdapat di Panet Krypton. Itulah mengapa pantai ini juga dijuluki Pantai Krypton.

Photo via Abu Ihsan al Atsary

Bahkan ada beberapa formasi karang yang bentuknya menyerupai piramida yang mencuat dari permukaan air laut.

Photo via wonderfullombok

Jalur menuju ke sini cukup terjal dan berliku, jadi kenakanlah alas kaki anti selip, karena Anda juga harus melewati tebing karang setinggi 20 meter.

Dan di balik tebing karang itulah fenomena alam Pantai Semeti yang lain daripada yang lain berada.

Pantai Semeti

Lokasi: Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah
Cara ke Sana: Perjalanan dari Kota Mataram hingga ke Pantai Semeti memakan waktu 2,5 jam. Disarankan bila ke sini menggunakan motor saja, karena meski jalanan pantai bagus namun cukup sempit dan dapat menghambat waktu. Dari pos pembayaran retribusi tiket masuk ke kawasan pantai, ikuti jalurnya sepanjang 1 km kemudian ambil arah kiri menuju ke Pantai Semeti dan kanan jika ingin ke Pantai Mawi.  

7. Terjangan ombak yang menantang: Tanjung Poki

Jangan terlalu terpana oleh ombak besar yang bisa menghanyutkan ini.

Photo via rosishelmi

Meskipun asik mengagumi keindahan alam di sekitar Tanjung Poki, Anda tetap harus waspada akan hempasan ombak yang begitu besar. Bahkan saking besarnya, hempasan yang dihasilkan bisa mencapai ketinggan 10 meter ke udara!

Photo via Loetfi

Kondisi yang sedemikian ini otomatis membuat perairan di kawasan ini tidak aman untuk direnangi. Tapi Anda masih bisa menikmatinya dengan cara lain kok: memancing! Ya, rupanya ini adalah salah satu spot favorit para penggemar memancing. Malah sampai diadakan kompetisi mingguan segala.

Photo via DiskiEdinya

Di sekeliling pantai ini juga terdapat tebing-tebing karang yang seru untuk foto-foto.

Biaya Tour/Liburan ke Raja Ampat Papua

biaya-tour-ke-raja-ampat-papua

Memang ada isu yang mengatakan bahwa penginapan di Raja Ampat sangat mahal, akan tetapi isu tersebut tidaklah benar jika anda pergi ke Raja Ampat dengan cara mandiri/ cek tiket perjalannya melalui situs jual beli tiket Online. Berikut ini Rincian Biaya Traveling ke Raja Ampat Papua.
1. Jika anda dari Jakarta, silahkan anda cari tiket JAKARTA ke SORONG (Bandara Domine Eduard Osok). Untuk menuju ke sorong, anda bisa memilih pesawat seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Tiket Pergi dan Pulang kurang lebih 4 ,5 Juta sampai 5 Juta.
2. Sampai di Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, anda langsung melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan. Tidak usah naik taksi argo/ carter, cukup anda jalan kaki menuju luar Bandara, di sini banyak dijumpai angkutan kota (Angkot) warna kuning untuk menuju ke pelabuhan. CUkup bayar 5 Ribu hingga 10 Per orang anda sudah bisa sampai Pelabuhan.
3. Jika sudah sampai Pelabuhan, perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Ibu Kota Raja Ampat dengan menggunakan kapal Rakyat.Ongkos kapal rakyat ini adalah 150 Ribu per Orang dan berlayar sehari 1 kali jam 14.00 WIT. Jadi usahakan anda mencari tiket ke sorongnya pagi hari.
4. Perjalanan kurang lebih 2 Jam anda sudah sampai di Di Waisai, Pulau Waigeo, ibu kota Raja Ampat, di sini anda bisa mencari penginapan yang murah kisaran 300 Ribuan hingga 500 Ribuan. Banyak sekali hotel dengan harga murah per malamnya.
5. Untuk keperluan diving dan eksplorasi berlayar ke pulau-pulau Raja Ampat, anda diwajibkan menyewa perahu. Tarif perahu beragam. Ada yang 1juta, 2 Juta per hari, 3 juta , 4 juta hingga 5 juta. Pintar pintarlah menawar. Usahakan ke Raja Ampat Rombongan bersama teman-teman anda, jadi bisa patungan untuk menyewa Speedboat.
Alternative Lain !
Jika anda rombongan/ janjian dengan teman untuk menuju ke Raja Ampat, anda bisa menyewa speedboat sekitar Rp 10 juta per hari dengan kapasitas 20 orang per kapal, sehingga cukup patungan Rp 500 ribu per orang sudah bisa berlayar ke Raja Ampat selama 12 jam penuh pada siang hari.Mulai pukul 07.00 WIT sampai petang Anda bisa berlayar ke empat sampai lima pulau yang berdekatan. Mulai dari Selat Dampir, Pulau Pensil, Gua Karang yang ada tengkorak makam leluhur Raja Ampat, sampai ke Resor Sorido atau langsung ke Kepulauan Wayag. Kepulauan Wayag merupakan ikon Raja Ampat yang terdiri dari beberapa pulau kecil yang indah apabila dilihat dari atas.
Jadi Rinciannya ada 2 :
Tiket Pesawat : Rp. 5 Juta (Pulang -Pergi)
Uang Angkot : Rp.20 Ribu
Tiket Penginapan/ Hotel : 300 Ribu x 3 Hari = 900.000
Kapal Rakyat Sorong – ke Ibukota Raja Ampat Rp.300.000 (Pulang -Pergi)
Sewa Speedboat Rp.1.000.000 jika patungan.
———————————————————————————-
Total Rp.7.220.000
Tiket Pesawat : Rp. 5 Juta (Pulang -Pergi)
Uang Angkot : Rp.20 Ribu
Tiket Penginapan/ Hotel : 300 Ribu x 3 Hari = 900.000 (menginap di Sorong)
Sewa Speedboat kapasitas 20 Orang Rp. 500.000 per orang (jika anda rombongan dan berhasil kumpulin 20 orang)
———————————————————————————
Total : Rp.6.420.000 (lebih murah, tapi anda hanya menginap dan menghabiskan waktu di sorong saja)
Itulah Perhitungan Biaya Tour Perjalanan ke Raja Ampat Papua. Rincian di atas sewaktu waktu bisa berubah sesuai dengan harga minyak / BBM yang selalu naik. Intinya anda browsing mencari tiket murah pada saat TIDAK hari Liburan, di jamin harganya lebih murah.Untuk pengipan/ Hotel yang murah anda bisa cek dan booking sekarang juga DI BAWAH INI

Source:

    biaya ke raja ampat,harga tiket pesawat ke raja ampat,biaya wisata raja ampat,tiket pesawat ke raja ampat,ongkos ke raja ampat,tiket raja ampat,tiket ke raja ampat,harga tiket ke raja ampat,tiket masuk raja ampat,biaya raja ampat

Keindahan Alam Bawah Laut dan Terumbu Karang Raja Ampat

Setiap penggemar wisata alam, pasti kenal dengan Pulau Raja Ampat. Baik mengenalnya sekedar dari artikel, atau mungkin pernah datang langsung mengunjungi pulau – pulau cantik di Raja Ampat ini.
Bagi Anda yang pernah mengunjungi Raja Ampat, Anda tentu setuju kalau Raja Ampat memang pantas disebut sebagai surga wisata alamnya Indonesia. Ya, Raja Ampat merupakan sebuah gugusan kepulauan yang mewarisi berjuta keindahan alam tanpa batas.
Raja Ampat secara administratif merupakan suatu kabupaten yang berlokasi di Papua Barat, tepatnya di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) dari Pulau Papua, atau sekitar 50 mil dari Sorong.
Di dalam kabupaten Raja Ampat ini terdapat empat gugusan pulau besar yang terdiri dari Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.
Kombinasi alam dari gugusan pulau – pulau inilah yang menjadikan Raja Ampat begitu spesial. Terutama, potensi alam terbesar dari kepulauan ini terletak pada wilayah perairannya.
Keindahan wisata alam berupa perairan yang dimiliki oleh kepulauan ini sungguh pantas dibanggakan sebagai sebuah destinasi wisata kelas dunia.
Kekayaan alam bawah laut Raja Ampat memang bukan isapan jempol semata. Sudah banyak ahli yang melakukan riset di Raja Ampat, dan kemudian menyatakan hal yang senada.
Setidaknya, ada tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan juga dari Lembaga Oseanografi Nasional (LON) serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sempat mengadakan penelitian di tahun 2001 dan 2002.
Hasil penelitian mereka berhasil membuktikan bahwa di dalam perairan di kepulauan Raja Ampat ini, hidup lebih dari 540 jenis karang keras, lebih dari 1000 jenis ikan karang, serta lebih dari 700 jenis moluska.

Spot Terkaya dengan Terumbu Karang

Di salah satu wilayah perairan di Raja Ampat, ada juga bagian yang sangat kaya dengan terumbu karang. Tempat ini adalah di daerah Selat Dampier yang berada di antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta, Pulau Kofiau, Pulau Misool Tenggara serta Pulau Wayag.
Kawasan terumbu karang di tempat – tempat ini sangatlah baik dan terjaga kealamiannya. Kondisi penutupan karang hidup yang ada di tempat ini bahkan mencapai hampir 90 %.
Kekayaan alam bawah laut dari Raja Ampat ini memang sangat menarik, terutama bagi para penyelam. Bahkan, banyak dari pengunjung Raja Ampat ini justru datang dari para penyelam internasional.
Meski keindahan terbaik ada di alam bawah lautnya, namun Raja Ampat ini tetap memiliki pesona yang indah di atas pulaunya yang juga bisa dinikmati.

Jadi, bagi Anda yang bukan penyelam, Anda pun bisa datang dan berkunjung ke Raja Ampat dan tetap merasakan sensasi menyenangkan dari sini.

Pesona Keindahan dan keunikan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat





Raja Ampat adalah kepulauan di papua barat yang amat indah, keindahan kepulauan ini terkenal hingga ke seluruh dunia dengan keindahan pantai, laut, kehidupan bawah laut, iklim tropis dan dipadu keindahan pepohonan yang rimbun dan masih asri.

Sejumlah turis tampak asyik bersantap dan mengobrol santai sambil memandang lepas ke arah laut yang didominasi warna biru, hijau, dan putih. Warna-warna itu muncul karena pengaruh dari hamparan terumbu karang di dasar laut yang dangkal maupun dalam. Mereka sedang menikmati makan siang di Papua Diving Resort, perairan Irian Jaya Barat.


Teriknya matahari dan cerahnya udara justru membuat gemas para tamu untuk kembali menyelam dan menyelam. Cahaya matahari kerap menembus celah-celah gelombang laut sampai ke karang. Keelokan pemandangan dan biota lautnya memang membuat kesan mendalam bagi para wisatawan. Bagi pencinta wisata pesisir dan bawah air yang fanatik, Raja Ampat sangat dikenal bahkan dinilai terbaik di dunia untuk kualitas terumbu karangnya.


Banyak fotografer bawah laut internasional mengabadikan pesona laut Raja Ampat. Bahkan ada yang datang berulang kali dan membuat buku khusus tentang keindahan terumbu karang dan biota laut kawasan ini. Pertengahan 2006 lalu, tim khusus dari majalah petualangan ilmiah terkemuka dunia, National Geographic, membuat liputan di Raja Ampat yang akan menjadi laporan utama pada 2007.


Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2 berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau Papua.


Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.


Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.

Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”.


Pengelolanya tak gampang mempersiapkan tempat bagi wisatawan. Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.

Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.

“Turis menyelam hampir setiap hari karena lokasi penyelaman sangat luas dan beragam. Keindahan terumbu karangnya memang bervariasi sehingga banyak pilihan dan mengundang penasaran. Ada turis yang sudah berusia 80 tahun masih kuat menyelam,” tutur Max Ammer yang beristrikan perempuan Manado.

Tiga tahun lalu, Papua Diving membangun penginapan modern tak jauh dari lokasi pertama. Ternyata, penginapan yang dibangun dengan mengandalkan bahan bangunan lokal ini hampir selalu penuh dipesan. Padahal tarifnya mencapai 225 euro atau sekitar Rp 2,7 juta per malam. Di lokasi yang baru, dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.
Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 3,2 juta sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.

Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.
Warga lokal dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan resor, bahkan 90 dari 100 karyawannya adalah warga Papua. Penduduk juga memasok ikan, sayur-mayur, buah-buahan, dan lainnya. Salah satu paket wisatanya mengunjungi perkampungan untuk melihat tanaman dan hewan khas setempat, termasuk burung Cendrawasih. Banyak wisatawan yang menjadi donatur pembangunan gereja dan pendidikan anak-anak sekitar Man- suar.

Max Ammer mempunyai komitmen untuk meningkatkan ekonomi dan keterampilan warga setempat. Mereka ada yang dilatih berbahasa asing dan menggunakan peralatan selam. Wisatawan pun merasa aman di kala siang maupun malam saat menikmati terik dan tenggelamnya matahari maupun saat berenang dan menyelam di laut yang sangat dalam.
Selain kelautan dan perikanan, Raja Ampat memiliki kekayaan sumber daya alam, antara lain minyak bumi dan nikel. Di dasar lautnya juga banyak terdapat kapal-kapal karam bekas Perang Dunia II yang diperkirakan memuat “harta karun” bernilai tinggi. Namun, jika salah kelola, kegiatan eksploitasi semua itu dikhawatirkan mengancam kelestarian dan keindahan alam lautnya.