Monday, November 20, 2017

3 Bentuk Ritual Penguburan Khas Tana Toraja

Upacara pemakaman pada dasarnya merupakan wujud penghormatan dan pengingat terhadap para mendiang yang telah mendahului menuju alam lain. Berbagai macam tradisi terbentuk untuk mewujudkan hal tersebut. Tak terkecuali, bagi etnis Tana Toraja
Rumah bagi etnis Tana Toraja berada di Sulawesi Selatan, Indonesia. Sebagian besar keturunan etnis tersebut berdiam diri dan tinggal di Kabupaten Tana Toraja atau `Tanah Toraja` di tengah pulau Sulawesi, sekitar 300 km di sebelah utara dari Makassar, ibukota provinsi Sulawesi Selatan.

Etnis Tana Toraja menganut animisme, yang melihat bahwa para etnis selain manusia seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda lain yang hidup dan mati memiliki esensi spiritualnya masing-masing, seperti yang dilansir dari laman AmusingPlanet, Sabtu (7/3/2015).
Tak heran, apabila Tana Toraja memiliki ritual penguburan yang terbilang cukup rumit untuk dilakukan tingkat dunia. Penasaran apa saja yang biasa mereka lakukan demi mengenang para leluhur mereka? Berikut ulasannya:



1. Kubur Bayi Dalam Pohon
Para bayi keturunan Tana Toraja yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang yang dibuat di pohon Tarra. Kemudian, lubang tersebut ditutup dengan menggunakan anyaman ijuk.
Upacara penguburan ini dilaksanakan secara sederhana dan bayi yang dikuburkan tidak dibungkus dengan kain, sehingga bayi seperti masih berada di rahim ibunya. Penempatan jenazah bayi disesuaikan dengan strata sosial masyarakatnya. Kuburan pun mengarah ke tempat tinggal keluarganya.
Makna dari ritual penguburan ini adalah pengharapan kelahiran bayi-bayi yang lahir setelahnya akan diselamatkan. Sebab, mereka menganggap bahwa sang bayi seperti dikembalikan ke rahim ibunya.


2 dari 4 halaman


2. Tradisi Tau Tau
Tradisi aneh lainnya dari Tana Toraja adalah memasukkan jasad-jasad ke dalam peti mati yang ditempatkan dalam lubang kecil di gua-gua atau apabila jasad berukuran kecil mereka akan ditempatkan di pohon-pohon. Setelahnya, akan dibuat patung kayu diri sang jasad yang disebut dengan Tau Tau. Tau Tau ditempatkan pada atau dekat lokasi pemakaman.


3 dari 4 halaman
3. Tradisi Ma'Nene
Tana Toraja memang cukup terkenal dengan berbagai ritual aneh untuk menghormati orang terkasih. Ma'Nene merupakan tradisi yang berlangsung pada bulan Agustus setiap beberapa tahun.
Tradisi ini melibatkan jasad mereka yang telah meninggal dengan menggali kembali kuburan, memandikan, dan memakaikan baju untuk diajak berjalan di sekitar desa. Menyeramkan, bukan?